scentivaid.com kementerianagamabimasislam.blogspot.com trandindo.blogspot.com diyusyakonveksijakarta.blogspot.com tokokarikaturblogspot.com
Presiden Jokowi Kaget, Jumlah Lulusan S2 dan S3 di Indonesia Rendah
Presiden Jokowi Kaget, Jumlah Lulusan S2 dan S3 di Indonesia Rendah

Surabaya, 15 Januari 2024 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekagetannya terhadap jumlah lulusan tingkat pascasarjana (S2 dan S3) di Indonesia yang sangat rendah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sebuah acara di Surabaya.

“Kita harus bicara dengan berat hati, lulusan S2 dan S3 kita sangat rendah,” kata Presiden Jokowi, menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Pernyataan Presiden ini muncul dalam konteks pembahasan mengenai arah pendidikan tinggi di Indonesia. Jokowi menyoroti pentingnya meningkatkan jumlah lulusan tingkat pascasarjana untuk mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa.

Presiden Jokowi mengakui bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia telah dilakukan, namun jumlah lulusan tingkat pascasarjana masih jauh dari harapan. Hal ini menjadi perhatian serius karena lulusan tingkat pascasarjana memiliki peran krusial dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita harus benar-benar menjadikan lulusan S2 dan S3 ini sebagai garda terdepan dalam pembangunan,” tambahnya. Pernyataan ini mencerminkan tekad pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Ganjar, Prabowo, dan Anies Siapa Calon Presiden RI-1 2024 ? (Vote)

Dalam konteks ini, Presiden juga mengajak seluruh perguruan tinggi dan dunia usaha untuk berkolaborasi dalam mengatasi tantangan ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang mendukung inovasi dan pengembangan riset.

“Kita butuh keterlibatan bersama untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Presiden Jokowi. Pernyataan ini mencerminkan pendekatan inklusif yang diharapkan dapat melibatkan berbagai pihak untuk mencapai perbaikan yang signifikan.

Ketidaksetaraan akses pendidikan tinggi, kualitas pembelajaran, dan fasilitas pendidikan menjadi beberapa faktor yang diakui oleh Presiden sebagai penyebab rendahnya jumlah lulusan tingkat pascasarjana. Oleh karena itu, langkah-langkah perbaikan diharapkan dapat mencakup aspek-aspek tersebut.

Presiden Jokowi mengakhiri pernyataannya dengan menekankan pentingnya menjadikan pendidikan tinggi sebagai investasi masa depan. Dia berharap agar melalui upaya bersama, Indonesia dapat menghasilkan lebih banyak lulusan tingkat pascasarjana yang memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk bersaing di tingkat global. Pernyataan ini menjadi panggilan bagi semua pihak terkait untuk berkomitmen pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi sebagai langkah strategis menuju kemajuan bangsa.

 

 

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *